Sabtu, 19 Mei 2012

REVOLUSIONER DAN CINTA PERUBAHAN


Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil besih belum ternoda

Fikirkupun melayang
dahulu penuh kasih
teringat semua cerita orang
tentang riwayatku…

Sajak lirih melli goeslow sejenak memutar kembali rekaman hidup dalam ingatanku…

L
elah aku terlelap dalam kandungan ibunda tercinta bermimpi menyusun konsep kehidupan kedepan yang kini tak lagi kuingat, hingga tepat pada malam jum’at wage 31 Desember 1993 M/17 Rajab 1414 H, aku meronta-ronta keluar dari rahim ibunda untuk segera melihat dunia, tangisku memecah keheningan malam dan semakin menyemarakkan kemeriahan malam pergantian tahun tersebut di kediaman keluarga
di desa Kedungleper Rt.02/03, kala itu jarum pendek pada jam dinding menunjuk angka 10, dari sinilah perjalanan panjangku di mulai.

5 bulan setelah itu untuk sementara aku tidak dapat menyedot ASI ibunda, karena beliau harus dirawat di rumah sakit untuk operasi tumor yang menemaniku selama dalam kandungan. bisa dikatakan aku bisa lahir dengan selamat adalah sebuah keberuntungan. dari situlah nama Muhammad Aflah aku sandang hingga sekarang ini. kata “Aflah” ayah ambil dari al-qur’an yang bermakna “orang yang beruntung“ dengan harapan kehadiranku setelah kak fazal (Muhammad Fazal Himam), akan membawa keberuntungan dan menjadi orang yang selalu beruntung baik didunia maupun di’akhirat kelak. Amin…
Setelah kak fazal dan aku 5 tahun kemudian disusul adikku Muhammad Faizin Mubarrak dan Muhammad Fajri Tamami 5 tahun setelah adik pertamaku.

MASA KANAK-KANAK
Aku beruntung dapat dididik dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang religius, betapa tidak, Ali Miftah dan Ulfiah adalah ayah dan ibundaku, kedua hafidz dan hafidzah dari pondok pesantren yanbu’ul qur’an ini sangat berjasa membesarkan aku dengan menanamkan kedisiplinan untuk belajar agama terlebih dalam membaca al-qur’an. sejak dini dengan sabar ayah yang mengenalkanku akan huruf hijaiyyah bersama murid-murid ngajinya setelah shalat maghrib.

namun aku bukan ayah bukan pula ibu, aku adalah aku, dibanding ilmu agama yang statis aku lebih suka bereksperimen dan mencari hal-hal yang baru, ketidak sejalanan inilah yang membuat aku dipandang ndablek oleh kedua pengasuhku.

Ketegasan nampak jelas pada kedua sosok ayah dan ibu yang membesarkanku hingga sekarang. Pernah suatu ketika kala aku tidak mau ngaji, dampar melayang tepat mengenai tubuh ringkihku, aku juga pernah ditaruh dalam bak mandi bersama seekor ikan lele besar seukuran paha orang dewasa hanya karena tidak mau mandi dan sempat aku di kurung seharian dalam kamar yang sangat gelap karena aku nangis ingin ikut ayah pergi ke pasar dan masih banyak lagi.

Ketika aku berusia 2 tahun aku memulai eksperimen pertama yang tak terlupakan, saat itu aku lepas dari pengawasan, aku mencoba mendekati sebuah termos pencet yang biasa ibu pakai ketika membuatkan susu untukku, aku raih dengan susah payah, kemudian dengan penuh rasa penasaran aku pencet tombol diatasnya, seketika air panas yang baru saja dimasukkan dalam termos tersebut keluar mengenai dada kananku hingga meninggalkan bekas luka yang masih nampak sampai saat ini.

Menginjak tahun ketiga aku iri melihat keceriaan anak-anak seusiaku berkumpul di taman kanak – kanak Tarbiyatul Athfal Kedungleper yang terletak tepat didepan rumah, sering aku di ajak budhe mif (miftahul jannah) yang kebetulan ikut mengajar disana, dan tak lama kemudian aku didaftarkan secara resmi menjadi salah satu siswanya meskipun dari segi usia aku lebih muda 1-2 tahun dibanding teman-teman yang lain.

pagi hari aku pergi sekolah seperti anak-anak yang lain dan siangnya aku belajar alif, ba’, ta’ di TPQ YASSIR LANA, sebuah taman pendidikan al’qur’an yang dikelola oleh ayah.
Suatu hari ketika aku hampir lulus TK, aku di ajak budhe untuk ngaji tartil di Jepara tanpa tahu maksud dan tujuannya, tanpa canggung aku melantunkan surah Al-bayyinah diatas podium yang telah ditunjukkan hingga ayat terakhir didepan puluhan anak yang lain.
Selang beberapa minggu kemudian aku diajak lagi untuk ngaji, kali ini tempatnya di pendopo kabupaten jepara dan aku diberi 1 stell baju putih, tentu saja aku senang dan surah Al-Bayyinah kembali aku baca hingga selesai.

Beberapa hari setelah itu aku dikejutkan dengan hadirnya sebuah piala diruang tamu yang kemudian aku eja beberapa tulisan dibawahnya “JU-A-RA III LOM-BA TAR-TIL QUR-AN TING-KAT TK SE-JA-WA TE-NGAH” selain itu ada juga selembar kertas yang mana dibagian bawah terpampang fotoku, kata Ibu itu adalah sebuah piagam penghargaan juara I lomba tartil qur’an tingkat TK se kabupaten jepara yang aku dapatkan ketika ngaji pertama. Memang, pada waktu itu Jepara menjadi tuan rumah musabaqah tilawati qur’an (MTQ) tingkat jawa tengah.

Setelah lulus TK. Aku melanjutkan belajar di MI Miftahul Huda masih didesa aku tinggal, tiga tahun kemudian tepatnya ketika aku kelas 3 aku diwisudakan bersama teman-teman TPQ yang lain. Kiranya tak cukup dengan hanya membaca Alqur’an, untuk lebih memperdalami Ilmu agama aku masuk atas kehendak ayah ibu di madrasah diniyyah ula miftahul huda untuk melanjutkan sekolah soreku setelah TPQ yang tempatnya masih satu gedung dengan sekolah formalku, hanya saja waktunya yang lain, pagi dan sore.

Pada masa ini bakat – bakat aku mulai nampak, pernah aku menjadi pendamping putri dhomas pada acara pernikahan, selain itu aku mulai dilatih tilawah untuk mengisi acara muwadda’ah TPQ serta menjadi vokalis pada group rebana “YASSIRLANA”.







Namun semua itu tidak menjamin kebahagiaanku, mungkin aku berbakat namun dari segi fisik aku tergolong lemah dan tak seperti kebanyakan anak laki-laki yang lain, kata orang aku klemar-klemer, blewah-bleweh, jeréh dan masih banyak lagi kata yang menusuk telinga hingga hati. Sering aku di hina, di cemooh, dan dibuat kalah-kalahan ketika bermain bersama, bahkan karena ketidak berdayaanku sempat aku menggantikan posisi bola dilapangan untuk disepak bersama, hal itulah yang mendorong aku menjadi pendiam, pelamun, penyendiri, penakut dan jarang berinteraksi dengan teman sebayaku dikampung, dan untuk bermain aku lebih memilih bersama anak-anak putri yang lebih dapat menerima aku apa adanya, seperti itulah aku menjalani keseharianku tanpa sekalipun mengadu karena aku ingin merasakan semua ini sendiri.

Menginjak kelas lima aku mulai aktif di sekolah, mengikuti latihan pramuka dan perkemahan – perkemahannya, mengisi acara peringatan hari-hari besar islam dari tilawah hingga ceramah, dan sering mewakili MI Miftahul Huda mengikuti lomba-lomba lintas madrasah dari kecamatan hingga kabupaten yang diantaranya:
• Lomba mapel IPA sekecamatan bangsri, pada lomba mapel favoritku ini aku kurang beruntung, hampir saja aku memboyong juara III namun karena nilaiku ada yang menyamai akhirnya diseleksi ulang dan kalah.
• Lomba tilawah sekabupaten jepara, latihan-latihanku semenjak kecil terasa berguna kala aku mengikuti lomba ini dan akhirnya aku membawa pulang piala
runner up yang sampai saat ini aku simpan di rumah.
• Lomba anak teladan sekecamatan bangsri, lomba yang bertempat di SD Krasak ini meliputi test akademik tentang seluruh mapel secara umum, kemampuan dalam memecahkan masalah, perilaku sehari-hari, prestasi-prestasi yang pernah dicapai, serta bakat dan kemampuan yang dimiliki. Dengan segala keterbatasan aku mengikuti semua dengan baik dan alhamdulillah pada pengumuman nama adik kelas yang aku pinjam menduduki peringkat ketiga. Memang, pada lomba ini aku berusaha untuk mengharumkan nama madrasah atas orang lain, bahkan setelah pengumuman banyak yang memberi ucapan selamat kepada adik kelasku tersebut.
• Lomba tilawah sekabupaten jepara untuk kedua kalinya, inilah lomba terakhir yang aku ikuti untuk madrasah, dengan waktu kurang lebih 2 x 24 jam aku berlatih semaksimal mungkin untuk mengikuti lomba ini, dan tak seorangpun yang menyangka kalau aku akan membawa pulang gelar juara pertama, dan kemudian aku dipercaya untuk mewakili jepara pada MTQ tingkat jawa tengah yang kebetulan pada saat itu kabupaten jepara menjadi tuan rumah, namun aku hanya membawa tangan hampa sepulang mengikuti lomba tersebut.

Itulah beberapa cabang lomba yang aku ikuti secara pribadi, selain mengikuti lomba aku juga sering di beri tugas untuk membacakan ayat suci alqur’an pada acara pengajian umum.

Ada hitam ada juga putih. itulah yang membuat dunia semakin indah. selain prestasi-prestasi yang cukup membanggakan sempat juga aku berdiri dilapangan karena terlambat masuk kelas ketika istirahat. hal itu terjadi berulang-ulang apalagi ketika sungai surut. dari pada jajan aku lebih suka bermain disungai dan mencari hal-hal baru yang tak kudapatkan dikelas. bahkan pada klimaksnya aku dikatakan guru IPA ku sebagai anak yang sok bisa dan menyepelekan pelajaran. Perkataan tersebut jelas membuat hatiku gundah. Apalagi terucap dari lisan seorang pahlawan tanpa tanda jasa, untuk itu kemudian aku membuat surat pernyataan yang berisi janji untuk tidak mengulangi kembali sekaligus permohonan maaf yang bertanda tangan ayah sebagai penguat.

MENCARI JATI DIRI
Setelah selesai belajar di MI aku lulus dengan nilai cukup baik (peringkat 6 sekecamatan Bangsri) kemudian aku mengikuti jejak kak fazal untuk menimba ilmu di Madrasah Tsanawiyah Wahid Hasyim Bangsri, dari sini aku mulai kesulitan untuk melengkingkan suaraku, suara yang dulu cempreng sekarang menjadi lebih ngebass dan berat seiring dengan bertambahnya usia, kata guru tilawahku aku sedang mengalami masa peralihan suara dan sementara aku tidak diperkenankan untuk tilawah hingga suaraku berubah sepenuhnya menjadi suara yang dewasa.

Karena tak pernah dilatih dan mengkonsumsi makanan dengan sembarang akhirnya perlahan keindahan suaraku memudar, aku tak bisa apa-apa lagi, aku semakin down, sepucuk rasa percaya diri sirna, tak ada lagi yang bisa aku banggakan bahkan ketika mengikuti lomba tilawah tingkat kecamatan aku hanya bisa menjadi runner up.

Menginjak masa pubertas ini aku semakin dipojokkan oleh pertanyaan yang tak kunjung ku dapat jawabnya, siapa aku???. Aku semakin terombang – ambing tak tentu arah, tak tahu jati diriku, merenung mengapa aku dilahirkan tidak seperti mereka? belum lagi perlakuan teman-temanku yang semakin membuatku tak tahan yang selalu menjadikanku boneka dan bahan ejekan, sampai kapan aku akan terus seperti ini?

Diam-diam aku mulai mencoba menghisap batang rokok dengan maksud supaya teman – teman tahu bahwa aku juga lelaki seperti mereka, tapi hal itu tidak berlangsung lama sampai suatu hari aku dipertemukan oleh sebuah benda bernama komputer, saat itu aku diajak kak fazal yang kebetulan pengurus organisasi IPNU untuk mengetik sebuah laporan pertanggung jawaban di laboratorium komputer madrasah, sembari menunggu aku dipersilakan untuk menghidupkan sebuah perangkat yang masih asing pada waktu itu, aku terkesima melihat ada sebuah anak panah kecil diTV yang bergerak mengikuti arah tanganku setelah aku gerak-gerakkan sebuah alat beroda bola yang mempunyai dua tombol berbunyi klik ketika aku tekan. Dan huruf-huruf bemunculan ketika aku tekan tombol-tombol yang ada pada papan tombol. Sungguh pengalaman yang mengesankan, entah mengapa perkenalan singkat itu membuat aku semakin penasaran untuk mengenalnya lebih jauh, mungkin aku adalah orang pertama yang berkenalan dengan benda tersebut diantara teman-teman sekelas yang lain, dari sinilah aku mulai giat untuk mendalami ilmu komputer.

Setelah kepengurusan kak fazal melaporkan pertanggung jawabannya dan demisioner dibentuklah sebuah kepengurusan baru, aku berkesempatan mengisi posisi sebagai wakil sekretaris dan aku menerimanya dengan senang hati, pertama aku memang agak canggung bersama pengurus yang lain namun lama – kelamaan aku mulai terbiasa, sebagai wakil aku terbilang rajin mengikuti rapat-rapat dan kegiatan – yang dilaksanakan hingga pada periode berikutnya aku dipercaya untuk memegang seluruh kendali sebuah organisasi yang akan mencetak kader muda yang militan dan kompetitif di MTs. Wahid Hasyim dalam kurun waktu 1 tahun.

Mau tidak mau aku harus menjadi yang lebih terbuka dengan orang lain, tidak hanya diam dan belajar untuk berfikir kritis serta menjunjung tinggi ajaran ki hajar dewantara
“ing ngarso sung tuladha“, bersama rekan dan rekanita yang lain aku menjalankan estavet kepengurusan dengan maksimal, dan alhamdulillah selama 1 tahun terbentuk program – program kerja yang cukup membanggakan.

Kondisi madrasah yang sangat terbatas tak membatasiku untuk terus berkembang, selain aktif di kandang sendiri aku juga aktif menghadiri undangan – undangan dari luar seperti undangan rapat, seminar, lomba – lomba, dlsb. bahkan pada saat aku menghadiri konferensi cabang (konfercab) IPNU-IPPNU kabupaten jepara hampir saja aku terpilih menjadi ketua pimpinan cabang, namun karena ada sebuah syarat mutlak yang tak bisa aku penuhi yaitu harus tamat SLTA/sederajad akhirnya aku gugur. ntah itu hanya sebuah guyonan atau sekedar formalitas saja yang jelas hal itu benar-benar terjadi dan disaksikan oleh peserta konfercab yang dihadiri oleh seluruh pimpinan komisariat, pimpinan ranting dan pimpinan anak cabang sekabupaten jepara, hal itu membuat sebuah catatan baru dalam sejarah pemilihan calon ketua cabang IPNU termuda yang pernah ada di kabupaten jepara bahkan di Indonesia pada waktu itu.

Tak sia – sia aku begelut dalam dunia organisasi, tanpa aku sadari ada perubahan besar pada diriku, aku yang semula penakut menjadi lebih berani didepan, aku mulai berani berinteraksi dengan yang lain tanpa rasa takut dan malu bahkan dengan para guru sekalipun, aku mempunyai banyak relasi diluar lingkungan sekolah, lebih mudah dalam menerima pelajaran karena dukungan materi – materi lain di luar mata pelajaran dan masih banyak lagi.

Semua perubahan itu tak seketika jatuh dari langit, bukan tak pernah aku terjatuh dalam menjalankan roda organisasi, berulang kali aku dicaci – maki terhadap orang yang kontra terhadapku, banyak acara yang tidak berjalan sesuai dengan target, hingga nilai mata pelajaran banyak yang down karena sering meninggalkan pelajaran dan masih banyak lagi, namun aku tetap berfikir positif tak ada yang salah namun yang ada hanyalah proses untuk benar, itulah yang telah merubahku.

Untuk menjadi seorang laki-laki yang jantan tidak harus dengan merokok, merokok sejatinya akan membuat seseorang menjadi lemah. yang namanya jantan tidak harus pandai berkelahi, berkelahi hanya akan membuat derajad manusia jatuh. Yang jelas
laki – laki yang jantan harus berani, berani menerima tantangan, berani jatuh, dan berani untuk bangkit dan berubah. Kebanggaan tak selamanya berasal dari harta maupun paras yang indah, namun kita akan merasa lebih kaya dan tampan kala kita bangga menjadi diri sendiri. Sedikit aku telah menjawab pertanyaan yang selama ini membelengguku.

MEMAKSIMALKAN MASA REMAJA
Waktu terus berjalan, akhirnya aku selesai mengganyah bangku pendidikan di madrasah tsanawiyah dan lulus dengan sangat baik. dari 80 siswa/siswi aku mendapat peringkat paling atas. baik nilai rapor maupun hasil UN. Dan aku kembali dipojokkan oleh satu pertanyaan kemana aku akan melanjutkan sekolah??? Karena pada dasarnya keinginanku dan keinginan ayah ibu bertolak belakang, mereka ingin aku menjadi seorang yang mahir dalam Ilmu agama dan mampu menghafal al-qur’an namun aku ingin menjadi seorang yang mahir dalam pengetahuan serta penguasaan dalam bidang sains dan teknologi.

Namun Allah maha Adil, akhirnya atas kehendak-Nya aku justru masuk di madrasah aliyah yang hanya mempunyai 1 jurusan yaitu IPS tanpa tes penyaringan, dan aku harus membuang jauh semua anganku untuk lebih mendalami ilmu sains. Pada awalnya aku merasa kurang nyaman belajar di MA. Wahid Hasyim Bangsri, namun lama kelamaan aku menjadi lebih terbiasa, dan aku tersadar inilah adalah jalan tengah antara keinginan ayah ibu dengan aku.

jika dilihat dari segi fisik madrasah ini memang terbilang cukup kecil, namun jika di perhatikan betul ada sesuatu yang berbeda. madrasah ini menggunakan prinsip kekeluargaan, hampir semua siswa diperhatikan betul tingkah polah dalam kesehariannya. dan jika ada sesuatu yang salah pada salah seorang siswa maka ia akan mendapat bimbingan lebih layaknya seorang orang tua yang mendidik dan memperhatikan anaknya. Disini juga aku mendapat sebuah pelajaran yang mungkin akan sangat berharga ketika nanti terjun didalam masyarakat yaitu belajar menerima keadaan yang jauh dengan apa yang diharapkan. Selain itu aku juga merasa lebih diperhatikan.

Bagiku aku tak merasa jika aku telah pindah madrasah. aku fikir aku hanya naik kelas. karena tak ada yang asing lagi disini. dari tempat, guru, dan teman hampir semua sama ketika aku di MTs. Wajar saja MA ini memang masih satu yayasan dengan MTs. Wahid Hasyim.

Meski tergolong siswa baru aku tak mau kalah dengan para kakak kelasku. Karena aku fikir masa remaja adalah masa keemasan bagi setiap manusia, aku tak ingin melaluinya dengan sia-sia apalagi hingga menimbulkan penyesalan. Hal itulah yang mendorong aku untuk aktif dalam berbagai kegiatan positif baik di dalam maupun luar lingkungan sekolah agar tidak terjerumus dalam jurang kenistaan. khususnya PRAMUKA dan IPNU:
Beberapa hal yang dapat aku lakukan dalam satu-satunya organisasi kepaduan yang diakui oleh Negara antara lain:
• menjadi pembaca do’a renungan ulang janji di SMP 1 Bangsri 2 tahun berturut-turut
• terlantik sebagai bantara pramuka penegak ambalan MA. Wahid Hasyim
• mengikuti survival dan perkemahan wirakarya kabupaten jepara
• menjadi kerani dalam ambalan MA. Wahid Hasyim hingga sekarang
• Ikut aktif mengikuti kegiatan saka Bhayangkara polsek Bangsri
• Terlantik sebagai senior saka bhayangkara
• Menjadi kerani dalam pengurus harian saka bhayangkara.
• Menjadi sie. Kegiatan dalam pramuka Binwil Bangsri







Dalam organisasi pengkaderan NU ini aku telah belajar banyak hal diantaranya:
• Menjadi ketua IPNU PK. MA. Wahid Hasyim Bangsri periode 2009/2010
• Mengikuti diklat Corp Brigadir Pembangunan (CBP) dan Korp Pandu Putri (KPP)
• Menjadi anggota tetap sekaligus menjabat sebagai sekretaris dalam kepengurusan CBP KPP hingga sekarang.
• Mengikuti lomba cerkas bersama ayyinatus SE. dan Fitrotun ni’mah dalam porseni PAC. Bangsri dan membawa pulang piala runner up.
• Mendampingi Ketua IPNU dalam menjalankan tugas pada periode 2010/2011 (saat ini)
• Menjadi sekretaris II pada kepengurusan pimpinan anak cabang (PAC) IPNU kecamatan Bangsri hingga saat ini.















Selain IPNU dan Pramuka saat menginjak kelas XI MA. Wahid Hasyim diperkenalkan sebuah ekstrakulikuler baru bernama jurnalistik, semenjak kemunculannya aku langsung tertarik untuk mengikutinya. Karena disinilah hobiku dalam dunia grafis digital tersalurkan dan sedikit banyak aku dapat mendalami ilmu tulis-menulis. Beberapa hal yang dapat aku lakukan adalah sbb:
• Menjadi pimpinan umum Institusi Pers Siswa (InPerS) hingga saat ini.
• Menjadi layoutter tunggal dalam penerbitan majalah dinding maupun Koran selembar (hingga saat ini)

Kita telah diciptakan sebagai mekanisme pencapai kesuksesan. Kita sebenarnya diciptakan untuk menaklukkan lingkungan, memecahkan masalah, dan mencapai tujuan. Kita tidak akan menemukan kebahagiaan atau kepuasan yang nyata dalam hidup bila tidak ada hambatan untuk ditaklukkan dan tujuan untuk dicapai. Dan Tidak ada waktu yang lebih baik selain “sekarang” untuk memulai hidup yang baik. Kita tidak perlu menciptakan ulang kehidupan kita yang telah lalu. Mulailah meskipun hanya dengan satu langkah, yang penting kita telah memulai, dan jangan ditunda untuk besok.

Untuk saat ini aku masih duduk dikelas XI-IS-2, sebuah kelas heterogen yang membuat aku belajar banyak hal yang tak ada dalam kompetensi dasar pada mata pelajaran apapun. Disini aku mulai berani merajut sebuah impian untuk menjadi MUHAMMAD AFLAH

“sukses memang sulit, namun akan jauh lebih sulit lagi jika tidak sukses”

(muhammad aflah, 20 April 2010)
»»  read more

Rabu, 22 September 2010

Facebook dan Moral

       Kita adalah masyarakat modern yang telah jarang, bahkan mungkin tidak lagi menggunakan dan menginginkan cara-cara yang serba rumit dan lama seperti zaman dulu. Indonesia sudah merdeka dan memiliki banyak kemajuan, bahkan Indonesia mampu menciptakan orang-orang yang cerdas, kreatif, dan aktif dalam segala bidang layaknya sekarang. Sehingga dapat menciptakan barang-barang teknologi  yang berupa komputer, handphone, Televisi, dan radio.

        Memang, sebelum adanya komputer lebih dulu ada handphone, televisi, dan radio yang ngeksis di kalangan masyarakat. Tetapi, setelah komputer tercipta dan menyebar luas di kalangan masyarakat, ternyata masyarakat lebih menuju ke arah komputer yang lebih canggih lagi. Seperti halnya, munculnya layanan internet yang serba bisa. Dengan fasilitas yang diidam-idamkan masyarakat, yaitu facebook alias FB.

        Akhir-akhir ini banyak kasus yang bermula dari facebook seperti kasus penghinaan dan pencemaran nama baik, penipuan, prostitusi, penculikan, dan perselingkuhan. Hal seperti itu tidak akan terjadi apabila etika dalam menggunakan facebook diketahui dan diterapkan dangan baik. Akan tetapi banyak juga yang tak memperdulikan etika ber-FB. Memang asyik menggunakan jejaring sosial yang satu ini. Namun, tanpa tahu akan etika menggunakannya, kita akan terjerumus pada jurang kemaksiatan yang merugikan diri kita sendiri.

Beberapa etika atau moral menggunakan FB, diantaranya adalah: Pertama, Status hubungan anda adalah keputusan bersama pasangan. Maksudnya jangan pernah mengubah status hubungan anda jika tidak didasari kesepakatan anda dan pasangan.

Kedua, berteman dengan teman dari sahabat anda pun ada etikanya. Ketika berteman dengan teman sahabat anda di FB, jangan 'lupakan' keberadaan teman anda yang disini berperan sebagai 'penghubung'. 

Ketiga, siapkan diri berteman dengan mantan pasangan. Sebelum melakukanya lebih baik siapkan mental dahulu,beberapa status yang dia tulis bisa jadi membuat anda cemburu dan sebel.

Keempat, jangan banjiri profil dengan foto, video, komentar yang berkaitan dengan gagalnya hubungan anda. Hal ini sangat tidak pantas dilakukan di FB. Karena hal seperti itu merupakan hal yang pribadi bagi anda.

Kelima, jangan curhat atau buka rahasia di FB. FB bukanlah tempat rahasia. Jadi, ketika anda memutuskan untuk memuat sesuatu yang bersifat rahasia dikhawatirkan bisa menyakiti orang lain. Simak saja kasus Prita Mulyasari. 

Keenam, kenali antara Dinding dan Pesan. Suatu pernyataan pribadi anda sebaiknya jangan terlalu diekspos,kalimat seperti 'I Love U Baby', 'Selamat Malam Sayang', 'I Miss U', akan lebih cocok  ditulis di Pesan.

            Ketujuh, jangan sekali-kali membuat profil palsu. Hal ini memberi kesan negatif pada diri anda, dan juga suatu saat akan merugikan seseorang. Karena merupakan suatu hal yang menipu.

            Hal-hal yang dijabarkan di atas akan lebih bermanfaat apabila diterapkan dan diamalkan dengan sebaik-baiknya. Sehingga kalian juga dapat lebih waspada dan berhati-hati dalam menggulatinya. FB memang menyenangkan, tetapi tetap saja penuh dengan resiko.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                         
»»  read more

"Dzikir abc" pantaskah???

Di era globalisasi ini, kita patut bersyukur atas penemuan Alexander Graham Bell dalam bidang komunikasi. Sebab, atas jasa beliau kita dimanjakan oleh canggihnya perkembangan teknologi khususnya dibidang komunikasi yang kian hari kian canggih. Seperti yang kita ketahui beliau adalah penemu pesawat telpon yang merupakan cikal bakal  handphone yang ada pada genggaman kita saat ini.

Dulunya, telepon masih berkabel. Namun seiring perkembangannya kini berevolusi menjadi handphone yang tidak lagi menggunakan kabel, tentu saja piranti yang satu ini sangat cocok bagi pelajar karena sangat kompatibel dan terjangkau. Jika ditilik dari segi bahasa handphone berasal dari 2 kata yaitu hand=tangan dan phone=telepon, jadi tidak salah jika handphone diartikan dengan telepon genggam.

 dahulu di indonesia untuk mendapatkan sangat sulit dan hanya orang tertentu seperti bussinesman dan para kalangan menengah keatas saja yang bisa menggunakannya. Namun pada perkembangannya hanphone sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan diera globalisasi ini. Banyak sekali vendor-vendor yang menjajakan berbagaimacam model, kini sudah banyak di jual di mana saja. sangat di sayangkan bagi pelajar Yang menyalah gunakan teknologi secanggih ini.

Contoh kecil saja yang banyak dilakukan para pelajar adalah SMSan, Internetan, mp3nan didalam kelas, pada saat pelajaran berlangsung, dengan pandainya  para siswanya akan mencari kesempatan untuk melakukan SMSan. Ini sudah banyak di jumpai di berbagai ruangan. mereka tak memikirkan dampak nya. yang akan menurunkan konsentrasi belajar mereka.

Sebenarnya sekolah tidak melarang untuk membawa Hp. Asal menggunakannya tidak mengganggu konsentrasi pembelajaran. Namun, nampak nya tak ada yang menghiraukan. Ini sangat memprihatinkan jika dilakukan terus menerus. Karena akan bertambahnya aktifitas yang dilakukan lewat Hpnya. ini akan merusak konsentrasi pembelajaran. Karna pelajaran yang seharusnya mendengarkan penjelasan dari guru. digunakan mencuri-curi waktu untuk melakukan SMSan.

Banyak pelajar yang menyepelekan masalah ini. Padahal perbuatan seperti ini akan merugikan diri sendiri dan akan menjadi bumerang bagi mereka. Karna pada waktu pelajaran kok upyek dengan Hpnya ,ini akan menimbulkan kedurhakaan terhadap guru tersebut. Dan niscaya ilmu yang jelaskan nya tidak akan masuk.

Tapi janga salah, setiap dampak negatif pasti punya dampak positif juga. jangan pikir HP hanya menimbulkan dampak negatif. Karena Dengan HP kita  Bisa berbagi informasi dengan lancar. HP itu sangat penting untuk menghadapi masa yang akan datang. Agar pada masa yang akan datang kita tidak gaptek (gagap teknologi).

Hp bagi pelajar juga membawa dampak yang positif. Untuk itu kita diharapkan untuk mengambil dampak positifnya saja. Karna sayangkan, kalau teknologi yang super canggih ini di gunakan untuk berbuat yang tidak baik.Untuk itu kita diharap menjalankan perbuatan  yang  baik-baik dan meninggal perbuatan yang buruk. Bisa disimpulkan bahwa kurangi bermain HP (bermain SMS,internetan,mp3) didalam kelas, karena perbuatan seperti itu tidak baik. Asal tidak mengganggu proses belajar. dan menggunakannya sebagai mana mestinya. dan Ta’ati tatatertib yang berlaku di sekolah. Dan berhenti bersikap yang tidak baik.
 
»»  read more

Kekasih Telah Berlalu

 “Sekiranya manusia tahu apa yang disediakan untuk mereka di dalam Ramadhan, maka mereka akan berharap, sepanjang tahun itu adalah Ramadhan”



Dengan tenggelamnya matahari di barat pada akhir Ramadhan, gema takbir berkumandang di seluruh penjuru dunia maka terhapuslah sudah semua pantang-larang pada bulan ramadhan. Lapar dahaga telah berakhir, tak ada lagi terawih yang melelahkan, jadwal ngapel semakin lancar tanpa halangan jam tadarus, tidur juga kembali pulas karena tak ada lagi thongthek yang membangunkan untuk sahur.



Menang, itulah yang di rasakan remaja muslim ketika telah masuk 1 syawal. Apa yang mereka lakukan untuk mengekspressikan hal tersebut? Mereka ramai merayakan Idul Fitri dengan tidak menjaga aurat serta batas hubungan lelaki dan perempuan. Ada juga yang sibuk bersillaturrahim dari rumah ke rumah sehingga meninggalkan solat. Ada yang sibuk masak di malam raya, akhirnya subuh dan solat sunat Idul Fitri entah ke mana. Lantas adakah kita di antara mereka?



Na’udzubillahimin dzalik

Sepatutnya kita membuka hati untuk lebih memaknai hari raya idul fitri. Sadarkah kita, ketika kita ramai merayakan idul fitri sejatinya kita tengah ditinggalkan sang kekasih “Ramadhan mubarrak”, salahkan kita menyebutnya dengan kekasih? Tentu saja tidak, Ramadhan adalah makhluk. Jika kita mencintainya, maka Ramadhan akan mencintai kita. Ramadhan adalah hadiah. Hadiah dari pencipta kita. Jika kita menghargainya, maka Si Pemberi hadiah akan menghargai kita. Ramadhan adalah kekasih kepada hati-hati yang hidup. Jika hati kita hidup, maka kita akan merasakannya.

Layaknya kita menjadi kekasih Ramadhan, tentu sebuah keadaan yang sangat berat bila benar-benar kita mau berkaca atas diri kita. Namun dengan cara demikian, rasa pertanggung jawaban kita terhadap status diri yang berharap dapat patut dicintai, dirindukan, dan disayangi oleh ramadhan tentu akan terpacu. Ya, inilah cara agar bagaimana diri kita bisa belajar mempertanggung jawabkan perbuatan  sesuai status yang diberikan/diamanahkan kepada kita. Termasuk status kita sebagai hamba Allah yang telah banyak diberikan fasilitas penunjang kehidupan.



Mari kita flashback pada kehidupan rasulullah dahulu, beliau berikut para sahabatnya merasa sedih ketika menginjak tanggal 20 bulan ramadhan dan kesedihan itu kemudian pecah menjadi air mata saat beliau benar – benar ditinggalkan oleh Ramadhan.

Tangis, ia hanya akan muncul apabila kita mengerti hakikat Ramadhan dan segala hal ehwalnya sebagaimana telah dibahas berulang kali dalam pesantren kilat pada akhir ramadhan yang lalu di MA. Wahid Hasyim. Ramadhan adalah bulan yang teristimewa, istimewa karena anugerah Allah Taala yang telah menjanjikan bulan ini lebih baik dari pada seribu bulan bagi hambanya yang beribadah. Demikianlah Sempurnanya Allah ta’la, Maha Sempurna Rahman dan Maha Sempurna RahimNya. Dan tidaklah dikurniakan bulan teristimewa ini melainkan hanya kepada umat Muhammad SAW.

Subhanallah…

Kini kekasih tlah berlalu, sebulan lamanya kita telah ditatar, dibimbing, digembleng untuk dapat menjadi umat yang lebih baik. Tak ada lagi yang dapat kita berikan kepada sang kekasih, tangis-sesal juga tak ada guna.

“Wahai Ramadhan, apakah aku akan bertemu lagi denganmu tahun depan?”

Pertanyaan itu sudah cukup menggetarkan hati-hati yang hidup, hati-hati yang nampak bahwa kegembiraan sebenarnya adalah apabila mendekatkan diri kepada Allah SWT,
hati-hati yang mampu merasakan betapa besarnya kasih sayang yang Allah buka sepanjang Ramadhan. Hati-hati ini, adalah hati-hati yang menjadi bejana keimanan.

Dan sungguh merugi bagi kita yang telah mencampakkan sang kekasih, biarlah ia pergi untuk kembali pada tahun yang akan datang, mari dihari yang fitri ini kita kembali kepada fitroh dengan jiwa yang bersih layaknya bayi yang baru lahir. agar serasi dengan baju baru yang kita pakai, maka sepatutnya juga kita ubah diri kita menjadi diri yang baru dan yang lebih baik tentunya. karena itulah makna Idul Fitri yang sesungguhnya.



Taqobbalallahu minna wa minkum
»»  read more

Renungan malam 1000 Bulan

Ramadhan ibarat mata air yang mengalir
yang selalu memancarkan kesegaran
kebahagiaan dan keindahan
semua itu terikat dalam
perenungan hati para pemujanya.

kita manusia yang takkan bisa sempurna
kadang di puji
kadang juga dihujat
langkah yang membekaskan lara
tingkah yang menorehkan luka
hapuslah dengan do'a
karena Ya Ghofar,,
akan menghapuskan dosa-dosa para hambanya.

cerah mentari hadirkan
kerinduan hati
dalam nurani para ukhuwah
kadang air mata dalam senyum
dan ada maaf dalam khilaf
bersihkanlah diri sambut bulan suci
agar peroleh kemenangan hati.


Bila telah tiba hari kemenangan          
yang terdengar hanyalah suara kumandang takbir nan indah 
semua mengucapkan
ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR ALLAHU AKBAR
LAILAHAILALLAHU WALLAHUAKBAR
ALLAHAKBAR WALILLAH HILKHAM
 
betapa indah kebesaran ALLAH
Indahnya Idul fitri
Indahnya saling memaafkan         
Indahnya bila kita berbagi senyuman 
berbagi kebahagiaan
itulah hari nan Fitrah
dan hari yang penuh BERKAH
»»  read more

Belajar atau Nyontek

Belajar mengharuskan adanya aktivitas membaca. Tanpa hal itu ,mustahil pengetahuan bisa didapat. Sederet tokoh nasional dari era Soekarno hingga sekarang pasti memiliki budaya membaca sehingga menjadi manusia berkualitas. Syarat itu juga berlaku untuk pelajar yang  ingin berkualitas.



Dalam Islam, membaca adalah iqro’ yang bararti bacalah.Itulah ayat Al-qur’an yang pertama diturunkan kepada Nabi SAW.Kata iqro’ mungkin  hanya sepenggal kata namun bermakna dalam. Ayat tersebut menujukkan kepada kita bahwa manusia tidak terlepas dari kegiatan membaca. Semakin orang itu banyak membaca maka pengetahuannya akan bertambah luas.



Bagi sebagian siswa membaca mungkin kegiatan yang membosankan. Tapi, itulah tugas kita sebnagai seorang pelajar.karena membaca merupakan proses belajar selain dengan cara mendengarkan penjelasan dari guru. Belajar bukan hanya terpaku pada satu buku saja, melainkan dapat juga berasal dari rujukan buku-buku lain serta dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.



Kebanyakan siswa belajar hanya saat akan ada ulangan.jika seperti itu siswa tidak akan mampu memahami apa yang dipelajarinya. Hal tersebut dikarenakan otak lelah jika harus menampung input berupa data pelajaran dengan kuwantitas yang banyak serkaligus. Lebih baik belajar itu dilakukan secara continue atau berkelanjutan. Selain akan mudah memahami,cara terserbut akan lebih efektif.



Dari seluruh siswa pasti ada beberapa yang berfikiran “kenapa harus belajar kalau bisa nyontek”. Kalau ada siswa seperti itu pasti seorang pemalas, yang suka menggantungkan nasibnya kepada orang lain. Sebenarnya menyontek addalah menipu diri sendiri, mungkin sekarang ia tidak mersa rugi namun nanti kalau ia sudah terjun kemasyarakat akan mersakan kerugian yang amat sangat, karena pada saat ulangan ia bernilai bagus namun pada prakteknya tidak ada apa-apanya.



Maka mulai dari sekarang, mulailah rajin membaca, bukan hanya buku pelajaran tapi bisa jugadari bacaan lain supaya bertambah pengtahuanmu. Memang melakukan kegiatan positif terasa berat dari pada berbuat negatif, mungkin itulah godaan terberat bagi kita. Untuk itu perlu kemauan keras dan disertai dengan kesungguhan untuk melakukannya.



Budayakanlah membaca sebagai pembaharu dalam hidupmu. semakin kamu banyak membaca, pengetahuan dan peradabanmu akan meningkat pula.
»»  read more

Gejolak Masa Remaja

    Masa remaja adalah masa transisi atau peralihan. Yaitu suatu periode yang dialami seseorang yang terbentang antara berakhirnya masa kanak-kanak hingga mengawali proses dewasa. Di masa ini, kestabilan emosi seseorang tidaklah stabil.Mereka lebih mementingkan ego dan kesenangan belaka tanpa memikirkan akibat-akibat negatif.

Masa ini juga berpeluang akan terjadi.struktur kejiwaan yang  sering terombang-ambing seperti air yang berada di daun talas.Tidak akan pernah bisa tetap dan teguh. Hanya, remaja sering menganggap dirinya dewasa dan mampu melakukan hal-hal dengan sendiri . Maka dari itu, banyak remaja yang sering membangkang. Bahkan melakukan tindakan-tindakan yang tidak sesuai dengan kebenaran yang ada. Hasilnya adalah kepribadian yang negatif.
 
    Dari situlah dapat diketahui bahwa ahklak seseorang sangat berperan penting dalam tingkah laku dan pergaulan. Oleh karena itu, akhlaq harus sudah ditata dengan baik sejak dini. Dalam hal ini, bisa kita kembalikan lagi pada diri kita masing masing.karena baik buruknya akhlaq seseorang itu lebih dominan terbentuk oleh dirinya sendiri.
 
Selain itu, sikap baik dan buruk juga bisa dipengaruhi oleh lingkungan dan pergaulan hidupnya. Salah satu yang paling berpengaruh terhadap kepribadian kita adalah teman sepermainan. Oleh sebab itu, kita sebagai remaja harus sudah mempunyai pendiriaan dan pegangan yang kuat.agar kita tidak terbawa oleh arus zaman yang seperti dapat kita lihat di zaman seperti ini.
 
Dalam buku Perubahan Kejiwaan di Usia Remaja disebutkan bahwa setelah kita mulai menginjak masa remaja maka akan terjadi perubahan baik dari yang positif bahkan negatif sekalipun. Di masa remaja ini juga ditandai dengan adanya perubahan fisik maupun pesikis.
 
    Dengan adanya perubahan inilah besar sekali peluang bagi remaja untuk berperilaku melanggar peraturan. Pelanggaran ini terjadi bila seorang remaja tidak dapat menyesuakan diri dengan baik. Misalnya banyak terjadi kekerasan dan penggunaan narkoba oleh para remaja. 
 
    Banyak yang mengatakan bahwa masa remaja adalah masa yang paling indah. Dari keindahan itulah kita mudah sekali terjerumus kedalam hal-hal yang negatif. Seperti yang dituturkan Anwar Subakti pengarang Perubahan kejiwaan diusia remaja. Di masa ini, remaja dihadapkan dengan kenyataan yang berat. Di satu sisi, ia ditarik masuk kedalam tantangan untuk memantapkan kedewasaannya. Di sisi lain ia masih belum bisa sepenuhnya terlepas dari sifat dan kejiwaan kekanak-kanakannya. Oleh karenanya remaja melakukan pencarian jati diri.
 
    Sikap pencarian jati diri inilah yang merupakan hasil dari peralihan masa kanak-kanak menuju masa kadewasaan. Hal ini bisa tercermin dari perilaku remaja yang tanpa disadari sudah terterap di dalam dirinya. Contohnya sering mencoba-coba hal-hal yang baru dan berperilaku ingin meniru dari apa yang dilihat.
 
    Dalam pencariaan jati dirinya maka ia akan mengalami suatu kondisi yang mengkhawatirkan bahkan depresi.Dari situlah kepribadian seseorang akan bisa menjadi negatif.
 
    Dimasa-masa seperti ini banyak sekali terjadi pergejolakan dan pertentangan di dalam diri seorang remaja. Kebanyakan remaja menjadi jauh dari keluarga, sering membantah bahkan melawan. Mereka beranggapan kehidupan di luar sana yang baru mereka dapatkan lebih menyenangkan.Untuk itu, mereka ingin selalu mencoba-coba hal yang baru, selalu ingin tahu tanpa berfikir baik buruk dan akibatnya.
 
Biasanya, para remaja tidak suka diatur.Mereka ingin adanya kebebasan untuk memenuhi kepuasan dirinya, sehingga menumbuhkan pemberontakan bahkan sering membangkang terhadap hal-hal yang tidak mereka sukai. Remaja harus bisa berfikir secara dewasa, karena di sini mereka akan dihadapkan oleh masalah-masalah yang tidak sedikit lagi. Semakin bertambah usia sesesorang maka masalah yang tumbuh pun akan semakin banyak. 
 
Oleh karenanya, remaja harus pandai membawa diri. Salah satunya dengan cara harus tampak santai dalam kesibukan, tersenyum dalam kesedihan, senang di bawah tekanan, tabah di dalam kesulitan, serta optimistis di depan tantangan.
»»  read more

Pengunjung

Pengikut